Maluku Harus Dijadikan Poros Ekonomi Indonesia Lagi

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Maluku Harus Dijadikan Poros Ekonomi Indonesia Lagi

Berita 24 Indonesia
Kamis, 01 November 2018
Maluku Harus Dijadikan Poros Ekonomi Indonesia Lagi

  • Sumut
  • Sumbar
  • Riau
  • Bengkulu
  • Sumsel
  • Babel
  • Lampung
  • Banten
  • Jakarta
  • Jabar
  • Jateng
  • Jogja
  • Jatim
  • Kalbar
  • Papua
  • RMOLTV
  • KBP
News Tickers
  • Kapolda Banten Ajak Pemuda Jadi Penjaga Pancasila, 31 OKTOBER 2018 , 05:25:00
  • Ketika Erika Ingin Wortel Yang Pendek, 31 OKTOBER 2018 , 05:00:00
  • Demokrat: Indonesia Tidak Berhak Menyoal Eksekusi Mati Negara Lain, 31 OKTOBER 2018 , 04:47:00
  • Kemenhub Berhak Cabut Izin Maskapai Tak Patuh UU, 31 OKTOBER 2018 , 04:30:00
  • Luas Tanam Padi Surplus, Kebumen Dapat Penghargaan Dari Kementan, 31 OKTOBER 2018 , 04:21:00
Verified Hanura Maluku Harus Dijadikan Poros Ekonomi Indonesia Lagi

RABU, 31 OKTOBER 2018 , 23:20:00 WIB | LAPORAN: HENDRY GINTING

Maluku Harus Dijadikan Poros Ekonomi Indonesia Lagi

Komarudin Watubun/Net

RMOL. Maluku dapat dijadikan poros perekonomian Indonesia di abad XXI. Secara historis dan ekonomis, Maluku telah melakukan itu bagi Nusantara di abad XII hingga XX. "; }); $("#loader").hide(); $("#records").html(string); //$('.records').append(string); },1000); }, }); }); }); Berita Terkait

Begitu kata anggota DPR RI Komisi II Komarudin Watubun dalam acara bedah buku “Maluku: Staging Point RI Abad 21" di Universitas Indonesia, Depok. Rabu (31/10).
Seperti Tiongkok yang membangkitkan kembali jalur sutera, sambungnya, sejarah semestinya tidak menjadi benda mati dan hanya menjadi pelajaran menghafal di sekolah.
"Sebab, dalam perjalanan sejarah nusantara, Indonesia terutama Maluku, pernah memiliki jalur perekonomian sendiri. Jalur tersebut dinamakan jalur rempah, Maluku menjadi titik pusatnya," ujar Komarudin.
Dalam catatan sejarah, ungkapnya, Maluku merupakan penghasil rempah-rempah terbaik dunia yang merupakan komoditas perdagangan termahal mengalahkan harga emas di dunia pada abad XVI.
Bahkan, selama abad XVI hingga XVIII Maluku memasok kebutuhan rempah-rempah dunia yang melahirkan globalisasi, jaringan maritim dunia, inovasi, dan revolusi sistem keuangan dan korporasi global pertama kali di dunia.
Dengan kekayaan yang dimiliki, Maluku jadi incaran negara lain, seperti Spanyol dan Portugal sebagai kekuatan imperialis kuno, kedua negara itu
memperebutkan Maluku.
Perselisihan tersebut bahkan menghasilkan Perjanjian Zaragoza yang membagi belahan bumi barat di antara Spanyol dan Portugal dan diprakarsai oleh Paus pada 7 Juni 1494. Belanda pun berikutnya memperebutkan Maluku.
"Sebab, siapa yang dapat menguasai rempah-rempah Maluku, maka akan dapat menguasai perdagangan Eropa. Hal itu merupakan nilai historis dan strategis Maluku," katanya.
Kedua, Geostrategis Maluku dan Indonesia. Posisi Maluku dan sekitarnya memiliki jalur-jalur terbuka yang sangat banyak, khususnya bila zona Maluku dan sekitarnya dijadikan basis produksi, penyedia, dan transit arus komoditi jasa, mineral strategis, manusia, barang, jasa, uang dan informasi.
Sebab, wilayah Maluku sangat terbuka ke Filipina, Brunei, Australia, Papua Nugini, Korea Selatan, Jepang, Tiongkok hingga Australia.
Maluku dapat menjadi opsi lain sebagai titik pusat jalur perdagangan Indonesia. Sebab, bila mengikuti rute yang dibangun oleh Belanda yang berpusat pada Jakarta dan melalui commercial hub atau transit di Singapura yang dibangun oleh Inggris, maka komoditas dari Indonesia sangat terbatas. Tak hanya itu, jalur itu hanya menguntungkan Singapura.
Ketiga, faktor mineral strategis Maluku. Maluku memiliki kekayaan alam selain rempah-rempah yaitu ladang gas Blok Masela. Selain itu, produk dari gas dapat diolah kembali menjadi 200 produk turunan.
Bahkan, Komarudin mengutip Rizal Ramli. Katanya, saat masih menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman menyatakan, apabila dikelola dengan baik, maka ladang Blok Masela dapat mengalahkan penghasilan gas dan minyak Qatar.
Keempat, seleksi alam dan segitiga arus alam Maluku selama ini pada tiga tingkat global.
Menurut dia, secara historis ratusan tahun sejak pramasehi, kebutuhan masyarakat dunia d apat dipasok dari kawasan arus alam Papua, Maluku, dan Nusa tenggara Timur (NTT). Zona tersebut merupakan satu garis alam yang saling terkait, mendukung dan saling melindungi.
"Makanya posisi Indonesia, terutama Maluku, sangat strategis semestinya dapat dijadikan untuk membangun poros perekonomian baru untuk mensejahterakan rakyat Maluku," kata Komarudin. [ian]

Berita Lainnya Selengkapnya Muhammadiyah Dan NU Hasilkan Empat Kesepakatan

Muhammadiyah Dan NU Hasilkan Empat Kesepaka..

RABU, 31 OKTOBER 2018

Anggota Dewan Doakan Tuti Tursilawati Yang Dieksekusi Mati Di Saudi

Anggota Dewan Doakan Tuti Tursilawati Yang ..

RABU, 31 OKTOBER 2018

Dari Linggarjati, SBY Serukan Hindari Perpecahan

Dari Linggarjati, SBY Serukan Hindari Perpe..

RABU, 31 OKTOBER 2018

Pesan Jokowi Untuk Pekerja Dan Industri Konstruksi

Pesan Jokowi Untuk Pekerja Dan Industri Kon..

RABU, 31 OKTOBER 2018

Kaget Taufik Tersangka, Bamsoet Tunggu Pergantian Dari PAN

Kaget Taufik Tersangka, Bamsoet Tunggu Perg..

RABU, 31 OKTOBER 2018

DPR Sepakati Dana Kelurahan Dalam RUU APBN 2019

DPR Sepakati Dana Kelurahan Dalam RUU APBN ..

RABU, 31 OKTOBER 2018

VIDEO POPULERKeluarga Korban Lion Air JT-610 Diminta Kumpulkan Bukti

Keluarga Korban Lion Air JT-610 Diminta Kumpulkan Bukti

, 30 OKTOBER 2018 , 19:00:00

#KataRakyat: Empat Tahun Jokowi, Yah Mau Gimana Lagi?

#KataRakyat: Empat Tahun Jokowi, Yah Mau Gimana Lagi?

, 30 OKTOBER 2018 , 15:00:00

FOTO POPULERRocky Gerung Duduk Bersila

Rocky Gerung Duduk Bersila

, 28 OKTOBER 2018 , 01:25:00

Serpihan Dari Pesawat Lion Air JT-610

Serpihan Dari Pesawat Lion Air JT-610

, 29 OKTOBER 2018 , 10:40:00

Foto Bareng Pocong

Foto Bareng Pocong

, 28 OKTOBER 2018 , 10:15:00

Follow RMOL Jamu Jago Ambassador Talks Jaya Suprana Show Berita PopulerBerita TerkiniSatu Lagi Jasad Lion Air Dievakuasi, Begini Kondisinya

Satu Lagi Jasad Lion Air Dievakuasi, Begini Kondisinya

30 Oktober 2018 16:34

Ketum Muhammadiyah: Jika Benar “Aku Indonesia”, Jangan Biarkan Mafia Impor Merajalela<i>!</i>

Ketum Muhammadiyah: Jika Benar “Aku Indonesia”, Jangan Biarkan Mafia Impor Merajalela!

29 Oktober 2018 04:50

Ketika Erika Ingin Wortel Yang Pendek

Ketika Erika Ingin Wortel Yang Pendek

31 Oktober 2018 05:00

Pemilik Lion Air Pendukung Pemerintah, Andi Arief: Lakukan Sesuatu, Jangan Diam<i>!</i>

Pemilik Lion Air Pendukung Pemerintah, Andi Arief: Lakukan Sesuatu, Jangan Diam!

30 Oktober 2018 09:29

Tjahjo Kumolo: Di Sumatera, Banyak Kelurahan Ingin Ubah Status Jadi Desa, Makanya Kita Anggarkan Dana Kelurahan

Tjahjo Kumolo: Di Sumatera, Banyak Kelurahan Ingin Ubah Status Jadi Desa, Makanya Kita Anggarkan Dana Kelurahan

30 Oktober 2018 10:25

Ridwan Saidi: Rezim Sekarang Berusaha Sekuat Tenaga Menutupi Kebobrokan

Ridwan Saidi: Rezim Sekarang Berusaha Sekuat Tenaga Menutupi Kebobrokan

29 Oktober 2018 11:52

DMO Harga Batubara Efektif Tekan Beban Operasi PLN

DMO Harga Batubara Efektif Tekan Beban Operasi PLN

01 November 2018 04:57

Ketua DPRD: MRT DKI Nikmatnya Seperti Di Luar Negeri

Ketua DPRD: MRT DKI Nikmatnya Seperti Di Luar Negeri

01 November 2018 04:42

LPEI Berhasil Buka Peluang Ekspor UKM Binaan

LPEI Berhasil Buka Peluang Ekspor UKM Binaan

01 November 2018 04:35

Di Qatar, Din Syamsuddin Uraikan Problematika Islam Timur Tengah

Di Qatar, Din Syamsuddin Uraikan Problematika Islam Timur Tengah

01 November 2018 04:14

Laporan Keuangan Triwulan III 2018, Laba PLN Naik Jadi Rp 9,6 Triliun

Laporan Keuangan Triwulan III 2018, Laba PLN Naik Jadi Rp 9,6 Triliun

01 November 2018 03:50

Trending Tag
# NARKOBA
# PAN
# PRAMUKA
# PUPR
# ROCKY
# SANDIAGAUNO
# TANI
e-Paper RMOL Sabar Gorky Malam Budaya RMOL Architecture Design Book Fayakhun Media Kit RMOL Sum ber: Berita Maluku