www.AlvinAdam.com
Kirim Berita Maluku: Klik Disini | Konfirmasi Berita Maluku: Klik Disini

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Tradisi Pukul Sapu yang Unik dari Maluku

Posted by On 23.50

Tradisi Pukul Sapu yang Unik dari Maluku

detikTravel d'Travelers Stories Detail Artikel Senin, 23 Jul 2018 11:41 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Tradisi Pukul Sapu yang Unik dari Maluku

Media Cakrawala
Media Cakrawala detikTravel Community Foto 1 dari 4 Tradisi Pukul Sapu di Maluku Tradisi Pukul Sapu di Maluku
  • Tradisi Pukul Sapu di Maluku
detikTravel Community - Indonesia kaya akan tradisi yang unik. Dari Maluku, ada tradisi Pukul Sapu sebagai lambang persaudaraan yang tidak mengenal istilah SARA. Begini kisahnya.
Tradisi Pukul Sapu atau orang Maluku menyebutnya dengan istilah 'Pukul Menyapu' merupakan tradisi turun temurun yang sudah dilakukan sejak zaman penjajahan Portugis atau sekitar abad ke-16
Informasi yang kami himpun dari para tetua adat di negeri Mamala dan Morela mengatakan bahwa tradisi ini dilaksanakan setiap 7 Syawal atau 7 Hari setelah hari raya Idul Fitri. Tradisi ini memiliki akar sejarah perjuangan perang melawan Portugis dan VOC Belanda yang dipimpin oleh Kapitan Telukabessy.
Perang tersebut dikenal dengan nama perang Kapaha. Nama Telukabessy dan Kapaha sekarang diabadikan menjadi nama jalan Nasional di Kota Ambon.
Menurut Georg Eberhard Rumpf atau yang lebih dikenal dengan Rumphius, sejarawan asal Jerman yang dulu bekerja dengan VOC, mengatakan Perang Kapaha adalah perang Ambon yang ke-4 terletak di wilayah jazirah Leihitu, bag ian utara Pulau Ambon.
Rumpius datang ke Indonesia karena terkesima dengan kekayaan rempah Indonesia. Sesampainya di Maluku, Rumpius pun tinggal di Larike, dan semasa hidupnya beliau menjadi saudagar di Hitu.
Karena ketertarikannya dengan alam di Maluku, beliau menetap di sana dan menikahi gadis Ambon, hingga akhirnya Rumphius buta. Namun di tengah kebutaannya, dia tidak menyerah.
Rumphius banyak menulis dan mengajarkan anak-anaknya tentang Flora maupun Fauna laut (kerang-kerangan) dengan tehnik meraba dan mencium, sehingga karena kepandaiannya tentang tumbuh-tumbuhan dan khasiatnya, ia dijuluki sebagai Ilmuwan atau Peramal Buta dari Ambon.
Puncak peperangan di Maluku terjadi ketika penjajah melakukan agresi militernya yaitu selama tujuh hari tujuh malam. Pada tanggal 27 Juli Tahun 1646 VOC berhasil menyerang dari laut dengan meriam kapal, sedang di sekitar benteng, pasukan Belanda juga terus melakukan tekanan.
Pertempuran berlangsung sengit, dalam detik-detik te rakhir ketika benteng tidak lagi bisa di pertahankan, Telukabessy harus mundur guna menyusun kekuatan kembali melawan Belanda.
Benteng Kapaha akhirnya jatuh di tangan Belanda. Banyak dari para pejuang yang ditangkap. Kapitan Telukabessy pun diminta untuk menyerahkan diri kepada Belanda serta diminta pertanggung jawabannya atas para tawanan dan perang tersebut.
Dengan jiwa kapitan, pada tanggal 19 Agustus 1646 Telukabessy menghadap Komandan Verheijden. Di hadapan Gubernur Gerard Demmer, Telukabessy mengajukan beberapa tuntutan tegas, namun tuntutan tersebut tidak diindahkan oleh Belanda. Hingga pada akhirnya Kapitan Telukabessy digantung 13 September 1646 di Benteng Victoria, Amboina.
Setelah perlawanan Telukabessy berakhir, maka pada tanggal 27 Oktober 1646 Gubernur Gerard Demmer membebaskan pejuang-pejuang Kapaha yang telah ditawan selama lebih dari 90 hari lamanya. Pembebasan tawanan perang Kapaha diselingi dengan acara perpisahan.
Pada acara inilah dipentaskan tar ian adat yang bernafas sejarah dengan nyanyian lagu-lagu Kapaha Sejarah. Turut pula serombongan pemuda Kapaha mempertunjukan atraksi Pukul Sapu Lidi. Para Kapitan dan Malesy larut dalam atraksi ini. Luka-luka berdarah dapat mengingatkan perjuangan berdarah Perang Kapaha yang telah berlalu.
Itulah sepenggal kisah dari atraksi Pukul Sapu Lidi di Negeri Morella. Kita dapat menangkap sisi spiritualisme, nasionalisme dan patriotisme dalam satu kultur budaya.
Atraksi ini pun memiliki filosofi yaitu persaudaraan tidak memandang Suku, Agama dan Ras. Sakit di kuku, rasa di daging yang artinya rasa senang maupun rasa sakit dapat dirasakan bersama demi terwujudnya kehidupan yang harmonis antar sesama. BERITA TERKAIT
  • Tradisi Pukul Sapu yang Unik dari Ma luku
  • Kecantikan Ranah Minang yang Selalu Dikenang
  • Memori Kirab Kadipaten Pakualaman Yogyakarta
  • Melihat Teduhnya Bromo di Pagi Hari
  • Liburan di Pariaman, Wajib Coba Camilan Sala lauak
  • Tempat Berburu Suvenir Murah di Moskow
BACA JUGA detikNews
PDIP Soal Tudingan KKN Makin Parah: Tommy Sedang Bernostalgia
PDIP Soal Tudingan KKN Makin Parah: Tommy Sedang Bernostalgia
detikNews
Video: Bus Shalawat Andalan Jemaah Haji Indonesia di Mekah
Video: Bus Shalawat Andalan Jemaah Haji Indonesia di Mekah
detikFinance
Pemerintah dan DPR Rumuskan Realisasi APBN 2018 hingga Juni
Pemerintah dan DPR Rumuskan Realisasi APBN 2018 hingga Juni
detikNews
KPK: Kepala Daerah Ngeluh Gaji Kecil, Integritasnya Bisa Luntur
KPK: Kepala Daerah Ngeluh Gaji Kecil, Integritasnya Bisa Luntur
detikFi nance
Mengintip Kehidupan Anak-anak Orang Terkaya di Dunia
Mengintip Kehidupan Anak-anak Orang Terkaya di Dunia
detikHot
Nicky Tirta Resmi Cerai dari Liza Elly
Nicky Tirta Resmi Cerai dari Liza Elly
detikNew s
Melihat Beragam Cara Perayaan Hari Anak Nasional di Berbagai Daerah
Melihat Beragam Cara Perayaan Hari Anak Nasional di Berbagai Daerah
detikNews
Becak Sang Ayah Ini Antar Hera Lulus ITB
Becak Sang Ayah Ini Antar Hera Lulus ITB
NEWS FEED FotoTravel
Foto: Masjid Modern di Orchard Road Singapura
Laporan dari Singapura

Foto: Masjid Modern di Orchard Road Singapura

Senin, 23 Jul 2018 12:30 WIB

Bukan hanya wisata belanja, Orchard Road juga punya tempat ibadah bagi para muslim Traveler. Bagaimana rupanya?

Travel News
Lingkaran Setan Utang Bisnis Open Trip Murah
Open Trip Rawan Penipuan

Lingkaran Setan Utang Bisnis Open Trip Murah

Senin, 23 Jul 2018 12:22 WIB

Usaha open trip online merangkap tour leader yang meng ejar ongkos murah, sama bahayanya dengan kasus FIrst Travel. Utang kepada wisatawan bagai lingkaran setan.

detikTravel
Tradisi Pukul Sapu yang Unik dari Maluku

Tradisi Pukul Sapu yang Unik dari Maluku

Senin, 23 Jul 2018 11:26 WIB

Indonesia kaya akan tradisi yang unik. Dari Maluku, ada tradisi Pukul Sapu sebagai lambang persaudaraan yang tidak mengenal istilah SARA. Begini kisahnya.

detikTravel
Kecantikan Ranah Minang yang Selalu Dikenang

Kecantikan Ranah Minang yang Selalu Dikenang

Senin, 23 Jul 2018 10:15 WIB

Ranah Minang memang selalu menghadirkan kenangan manis ketika dikunjungi. Dari Jam Gadang hingga Air Terjun Lembah Anai semua menghadirkan memori tersendiri.

detikTravel inside
Dicari 12 Nama Agus Buat Liburan Gratis ke Sumba!

Dicari 12 Nama Agus Buat Liburan Gratis ke Sumba!

Rabu, 18 Jul 2018 18:25 WIB

Sumba di NTT terkenal dengan deretan pantai eksotis dan padang savana cantik. Kamu yang namanya Agus, ayo kita jalan-jalan gratis ke sana. Gratis!

International Destination
Kapel di Amsterdam dan Kisah Kesembuhan Ajaib

Kapel di Amsterdam dan Kisah Kesembuhan Ajaib

Senin, 23 Jul 2018 09:55 WIB

Sebuah kapel kecil tersembunyi di sebuah halaman di Belanda. Di kapel ini pernah ada mukjizat seorang pria yang sakit dan sembuh.

Travel News
Gali Lubang Tutup Lubang, Bisnis Open Trip Rugikan Wisatawan
Open Trip Rawan Penipuan

Gali Lubang Tutup Lubang, Bisnis Open Trip Rugikan Wisatawan

Senin, 23 Jul 2018 09:28 WIB

Open trip berbasis komunitas traveler, dinilai tidak punya pondasi bisnis yang kuat. Pelaku usaha open trip gali lubang tutup lubang dengan uang wisatawan.

FotoTravel
   Foto: Karst Rammang-rammang yang Semakin Hits

Foto: Karst Rammang-rammang yang Semakin Hits

Senin, 23 Jul 2018 08:55 WIB

Pesona karst yang ada di Rammang-rammang seolah tidak pernah ada habisnya untuk dijelajahi. Kawasan kapur atau karst terbesar kedua dunia ini semakin hits.

Travel News
Jeritan Para Korban Open Trip dan Tour Leader Abal-abal
Open Trip Rawan Penipuan

Jeritan Para Korban Open Trip dan Tour Leader Abal-abal

Senin, 23 Jul 2018 08:25 WIB

Kasus tour leader IW yang korbannya rugi hampir Rp 200 juta, ternyata baru satu cerita. Para korban lainnya bermunculan dengan jeritan yang sama.

International Destination
Kereta dan Jalurnya Ini Dianggap Wakaf Semua Muslim
Mosaik Dunia Islam

Kereta dan Jalurnya Ini Dianggap Wakaf Semua Muslim

Senin, 23 Jul 2018 07:50 WIB

Yordania masih memakai kereta uap di zaman yang serba canggih. Tak hanya itu, kereta peninggalan masa lampau ini diklaim yang wakaf dari semua para muslim.

Sumber: Berita Maluku

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »