www.AlvinAdam.com

Berita 24 Maluku

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Ritty Sangadji : Stop Teror, Mari Belajar Damai Dari Timur Indonesia

Posted by On 13.15

Ritty Sangadji : Stop Teror, Mari Belajar Damai Dari Timur Indonesia

Sebuah catatan singkat yang ditulis Ritty Piani Sangadji peserta penerima beasiswa Indonesia timur LPDP asal maluku yang akan melanjutkan study di Yonsei University korea Selatan ini pada status halaman facebooknya memiliki banyak makna dan arti perdamaian yang mendalam.


Mahasiswi Jebolan S1 Kimia di Universitas Indonesia tersebut yang juga puteri daerah Maluku sangat prihatin dengan teror bom yang dilakukan oleh Teroris beberapa hari terakhir ini dan berdampak pada adanya korban Jiwa dan kerugian material yang begitu besar.
Ritty hanya Ingin kembali. Mengingatkan kembali bahwa Konflik tidak pernah berakhir dengan sebuah kebahagiaan tetapi bahkan sebaliknya semakin menyengsarakan rakyat. Tidak ada satupun agama manapun yang mengajarkan saling membunuh, menyakiti, ataupun merusak rumah ibadah penganut agama lainnya. Sehingga yang berkaitan dengan paham Terorisme, Radikalisme maupun separatisme adalah musuh negara yang harus bersama diberantas oleh seluruh masyarakat Indonesia.
Ini catatan singkat Ritty yang ditulis di media sosial yang kiranya dapat mengispirasi kita semua, persahabatan yang kokoh dan kuat yang diperlihatkan tanpa memandang suku, agama maupun ras atau golongan. Generasi muda kiranya menjadi harapan dan masa depan bangsa.
"Ale Sarane Beta Salam, Ale pake salib basar, Beta pake jilbab lebar. Dorang tusu mulu par kas ancor katong,Tapi dong lupa, katong su balajar baku mangarti dari kajadiang tempo kamareng"
Takkan habis kisah jika membicarakan tentang kebhinekaan di negeri ini. Saat berbagai peristiwa mengatas namakan agama, suku, ras (SARA), kami basudara di Timur Khatulistiwa sudah lebih dulu merasakannya. Segala duka kehilangan, nyawa, m ateri, psikis, hingga trauma akut bahkan hingga saat ini mungkin masih terasa disana.
Pelan-pelan kami berbenah. Mulai membuka diri untuk mendengar, menyaring dan memilah sumber informasi. Mulai kembali membangun kepercayaan, memberi dukungan, dan penguatan tentang hidup. Tanpa menyinggung masa lalu yang memilukan.
Dari kecil hingga SMA, hidup dan besar di Maluku, masih teringat jelas ketakutanku yang berlebihan saat melihat kalung salib melingkar di leher teman-teman nasrani. Apakah mereka orang jahat? Tetapi TIDAK, mereka juga sama sepertiku. Penebar senyum, pembuka sapa, tidak jahat. Mereka baik. Dan Aku berpikir, mungkin mereka juga merasakan hal yg sama saat melihatku dengan identitas HIJAB ini. Entah apa yang mereka pikirkan. Tapi kami sama-sama membuktikan bahwa kami mampu hidup damai berdampingan, saling menjaga, menghargai, dan membuktikan kemanusiaan masih bertahta di negeri ini.
Kini peristiwa yang sama menyerang saudara kami di bagian barat bangsa ini. Serang kaian terror dan kejahatan yang miskin alasan mulai meresahkan. Orang-orang yang mengambil kesempatan pasti ada, mencoba memecah belah dengan dalih SARA.
Again, jangan terprovokasi, apalagi ikut menyalakan api provokasi itu. Cukuplah kita menjadi penyejuk, menjadi penghibur, menjadi penengah untuk mereka yang membutuhkan bantuan kita.
#TimurIndonesia#Maluku#Peacefullness#DutaPerdamaianSumber: Google News | Berita 24 Maluku

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »