www.AlvinAdam.com

Berita 24 Maluku

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Murdijati Gardjito Angkat Martabat Kuliner Indonesia

Posted by On 04.09

Murdijati Gardjito Angkat Martabat Kuliner Indonesia

Murdijati Gardjito (76), peneliti pada Pusat Studi Pangan dan Gizi Universitas Gadjah Mada. KOMPAS.com/SILVITA AGMASARI Murdijati Gardjito (76), peneliti pada Pusat Studi Pangan dan Gizi Universitas Gadjah Mada.

JAKARTA, KOMPAS.com - Bola mata Murdijati tidak lagi hitam jernih. Ada selaput berwarna abu melingkupi bola matanya.

Usia membuat perempuan bernama lengkap Murdijati Gardjito ini menyerahkan penglihatannya. Namun tidak pada ilmu pengetahuan.

Sisa hidupnya, ia dedikasikan untuk meneliti kuliner Indonesia.

Murdijati Gardjito, kelahiran Yogyakarta 21 Maret 1942, adalah peneliti pada Pusat Studi P angan dan Gizi Universitas Gadjah Mada.

Perempuan yang akrab disapa Mur ini bisa dibilang sebagai "sepuh"-nya kuliner Indonesia. Ia melahirkan 54 buku mengenai kuliner Indonesia, hasil penelitian yang dilakukan olehnya dan rekan-rekannya.

"Saya dari kecil belajar ilmu pangan, tetapi saya merasa berdiri di atas angin. Tidak punya pijakan. Saya bertanya pada diri saya sendiri, 'Apakah makanan Indonesia itu?' Saya tidak pernah bisa menjawab," kata Murdijati saat ditemui di kediamannya, Yogyakarta, Rabu (9/5/2018).

Baca juga: Jalan Terjal Menuju Kejayaan Wisata Kuliner Indonesia

Semakin tua, Mur bercerita ia semakin gelisah melihat perkembangan kuliner Indonesia. Akhirnya pada 2003, ia memutuskan untuk memulai penelitian mengenai kuliner Indonesia.

Semangatnya kian menjadi ketika melihat banyak hasil penelitian pangan di Indonesia sendiri justru berfokus pada kuliner internasional.

"Makanan kh as Indonesia itu adalah suatu alat untuk membangun kebangkitan bangsa pada era seperti sekarang. Makanan tradisional itu kekuatan bangsa Indonesia," jelas Mur.

Hidangan yang dijual di Warung Mangut Lele Mbah Marto, Bantul, YogyakartaKompas.com/Silvita Agmasari Hidangan yang dijual di Warung Mangut Lele Mbah Marto, Bantul, Yogyakarta

Hasil riset Mur bersama para asistennya mencatat Indonesia punya 3.257 hidangan. Dari angka tersebut 1.100 terdiri dari kudapan basah serta kering, 150 berupa minuman, 208 hidangan pokok, dan 1.800 lauk pauk basah serta kering.

Ada 931 etnis yang dapurnya teridentifikasi dalam penelitian Mur bersama rekan. Mayoritas tersebar di Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi.

Sisa daerah seperti Maluku dan Papua menurut Mur informasi mengenai dapurnya masih sangat minim.

"Setelah tahu kita punya hidangan sebanyak itu ki ta patut berbangga karena Indonesia punya keanekaragaman hayati kedua paling lengkap di dunia setelah Brasil. We are the greatest kitchen in the world! dan sekarang ada buktinya," sebut Mur.

Angkat martabat kuliner Indonesia

Penelitian Mur dan rekan-rekannya untuk kuliner Indonesia tergolong penting. Belum banyak hasil penelitian mengenai kuliner Indonesia yang komprehensif.

Salah satu buku yang mencatat kuliner Indonesia adalah Mustika Rasa, tahun 1964.

Buku tersebut merupakan inisiatif Presiden Soekarno untuk mencatat kuliner se-Indonesia. Tugas tersebut ia berikan kepada istrinya, Hartini.

Setelah Mustika Rasa terbit, belum ada buku kuliner di Indonesia yang mendata kuliner Indonesia dengan lengkap, terutama dari negara.

Buku Mustika Rasa, membahas kuliner nusantara    yang diterbitkan oada zaman pemerintahan Soekarno.Kompas.com/Silvita Agmasari Buku Mustika Rasa, membahas kuliner nusantara yang diterbitkan oada zaman pemerintahan Soekarno.

Hasil penelitian juga penting untuk memantapkan indentitas kuliner Indonesia agar tak mudah diklaim oleh bangsa lain.

Selain itu, tanpa dokumentasi tertulis segala resep dan sejarah kuliner Indonesia dapat terancam punah, tidak dikenal oleh generasi mendatang.

Di usia senja dengan keterbatasan fisik, Mur yang masih terus meneliti. Ia kerap menjadi pembicara di forum kuliner dalam skala besar maupun kecil, informal maupun formal.

Mur adalah tempat bertanya akedemisi, praktisi, sekaligus wartawan di bidang kuliner.

"Kegiatan di bidang kuliner ini raksasa untuk membangun perekonomian bangsa. Produk kuliner itu mereupakan produk yang dikonsumsi masuk ke semua mulut semua orang.

Kalau itu berasal dari tanah air Indonesia sendiri, tidak diimpor itu akan menjadi kesibuk an yang multi efek, membangun kemandirian, ekonomi, produktif, dan kesehatan jiwa," jelas Mur.

Seminar Kuliner Citarasa Pedas dari FTP UGM, Selasa (8/5/2018).Kompas.com/Silvita Agmasari Seminar Kuliner Citarasa Pedas dari FTP UGM, Selasa (8/5/2018).

Atas usahanya Mur diganjar penghargaan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, sebagai Peneliti dan Pelestari Kuliner Tradisional pada Anugerah Kebudayaan, Kategori Pelestari dan Pengembang Warisan Budaya tahun 2013.

Mur juga menerima penghargaan sebagai Pelestari Kuliner (Makanan Tradisional) dari Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 2011.

"Saya tidak akan berhenti menulis sepanjang hayat kalau Tuhan mengizinkan. Sekarang ini yang saya minta kepada Tuhan hanya anugerah suapa bisa tetap dapat menulis karena yang saya mau tulis masih banyak sekali," kata Mur.

Penglihatan Mur memang gelap, tetapi semangatnya menyala. Ia lantang mengangkat martabat kuliner Indonesia agar jadi tuan rumah di negeri sendiri.


Terkini Lainnya

5 Obyek Wisata Keluarga yang Cocok saat Ramadhan

5 Obyek Wisata Keluarga yang Cocok saat Ramadhan

Travel Story 29/05/2018, 16:21 WIB Tanggal Merah, Ini 5 Opsi Tempat Liburan di Jabodetabek

Tanggal Merah, Ini 5 Opsi Tempat Liburan di Jabodetabek

Travel Story 29/05/2018, 14:21 WIB Murdijati Gardjito Angkat Martabat Kuliner Indonesia

Murdijati Gardjito Angkat Martabat Kuliner Indonesia

Food Story 29/05/2018, 12:21 WIB Lain Soto, Lain Kuahnya...

Lain Soto, Lain Kuahnya...

News 29/05/2018, 09:24 WIB Ini Rute-rute Garuda Indonesia yang Punya Sub Kelas Tiket Eco Basic

Ini Rute-rute Garuda Indonesia yang P unya Sub Kelas Tiket Eco Basic

News 29/05/2018, 05:10 WIB 12 Fakta tentang Sub Kelas Tiket Garuda Eco Basic

12 Fakta tentang Sub Kelas Tiket Garuda Eco Basic

News 29/05/2018, 04:10 WIB Garuda Indonesia Punya Tiket 'Eco Basic', Lebih Murah Hingga 20 Persen

Garuda Indonesia Punya Tiket "Eco Basic", Lebih Murah Hingga 20 Persen

News 29/05/2018, 03:10 WIB Periode Mudik Lebaran, Garuda Indonesia Siapkan 150.010 Kursi Tambahan

Periode Mudik Lebaran, Garuda Indonesia Siapkan 150.010 Kursi Tambahan

News 28/05/2018, 23:01 WIB Planetarium dan Observatorium Tutup Layanan sampai Libur Lebaran

Planetarium dan Observatorium Tutup Layanan sampai Libur Lebaran

News 28/05/2018, 21:23 WIB 5 Kuliner Khas Magelang, Cocok untuk Berbuka Puasa

5 Kuliner Khas Magelang, Cocok untuk Berbuka Puasa

Food Story 28/05/2018, 20:20 WIB 5 Tips Liburan agar Lebih Praktis dan Hemat

5 Tips Liburan agar Lebih Praktis dan Hemat

Travel Tips 28/05/2018, 19:14 WIB Usai Waisak di Borobudur, Yuk ke 8 Obyek Wisata di Sekitar Magelang

Usai Waisak di Borobudur, Yuk ke 8 Obyek Wisata di Sekitar Magelang

Travel Story 28/05/2018, 18:20 WIB Menikmati Pesona Bunga Hydrangea di Kamakura

Menikmati Pesona Bunga Hydrangea di Kamakura

Travel Story 28/05/2018, 17:22 WIB Buka Puasa di Batam, Rp 128 Ribu Bisa Makan Sepuasnya

Buka Puasa di Batam, Rp 128 Ribu Bisa Makan Sepuasnya

Food Story 28/05/2018, 16:24 WIB Lupakan Sakura, Bunga Cantik Ini Mekar saat Musim Lebaran di Jepang

Lupakan Sakura, Bunga Cantik Ini Mekar saat Musim Lebaran di Jepang

Travel Story 28/05/2018, 15:21 WIB Load MoreSumber: Google News | Berita 24 Maluku

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »