www.AlvinAdam.com

Berita 24 Maluku

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Maluku dan Jatim Sebagai Pilot Project Kerja Sama PSSI dan Jerman

Posted by On 10.22

Maluku dan Jatim Sebagai Pilot Project Kerja Sama PSSI dan Jerman

HomeSepak BolaMaluku dan Jatim Sebagai Pilot Project Kerja Sama PSSI dan JermanPenulis: DayatJum'at 25 May 2018, 17:00 WIB

Maluku dan Jatim Sebagai Pilot Project Kerja Sama PSSI dan Jerman

Peserta workshop yang dilakukan DFB bersama PSSI/foto pssi

Berita Sepak Bola Nasional: Provinsi Maluku dan Jawa Timur dipilih PSSI sebagai dua daerah yang dijadikan sebagai pilot project program Sport for Development. Dalam pelaksanaannya PSSI bekerja sama dengan federasi sepak bola Jerman (DFB).

Baca juga:

Kejutan di Laga Pembuka Piala Indonesia 2018 Diapresiasi PSSI

Sport for Development merupakan program yang diharapkan akan menyempurnakan program unggulan Filosofi Sepak Bola Indonesia (Filanesia). Impl ementasi dengan menghadirkan kurikulum baru kursus lisensi D. Kegiatan ini juga lanjutan dari seminar yang diikuti PSSI di kantor DFB, Frankfurt, Jerman pada tanggal 27-29 Maret lalu.

Dipilihnya Maluku dan Jatim sendiri bukanlah hal yang mengejutkan, dua daerah itu memang termasuk yang cukup unggul dalam hal sepak bola. Maluku dengan Desa Tulehu terkenal cukup banyak menelurkan pemain-pemain berkualitas yang saat ini memperkuat tim-tim Liga 1.

Sedangkan Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan wakil terbanyak di Liga 1. Terdapat empat tim asal Jatim yang saat ini berkompetisi di kasta teratas kompetisi tanah air. Tim-tim tersebut adalah Arema FC, Persebaya Surabaya, Persela Lamongan, dan Madura United.

Sebastian Weinand selaku Department for Qualification and Coach Education DFB mengatakan, saat ini DFB dengan PSSI sudah membahas sejauh mana pembangunan sepak bola Indonesia. Melalui workshop ini, DFB ingin membantu pengembangan sepak bola Indonesia.

&q uot;Hal terpenting adalah memberikan fasilitas dan kapasitas yang berkualitas untuk para pelatih. Karena pelatih lah yang akan menangani anak-anak dengan kemampuan yang mereka miliki. Yang tak kalah penting adalah menerapkan metode dari sport development. Saya mengajarkan anak-anak untuk punya pemikiran yang sesuai dan juga kemampuan sosial saat di lapangan dan di kehidupan sosial lainnya," kata Sebastian seperti dilansir laman resmi PSSI.

Sebastian menambahkan Indonesia sedang dalam proses membangun sepak bola, alias masih jauh menuju proses top level dunia. Tapi ia yakin semua elemen di PSSI sudah berada di jalur yang tepat, dan masih banyak yang harus dikerjakan.

"Indonesia punya potensi untuk meraih prestasi. Namun itu tidak bisa instan mendapatkannya harus melalui kerja keras serta pembinaan yang baik di usia muda," jelasnya.

Sementara, Sekum Asprov PSSI Maluku, Supyan Lestaluhu mengaku bangga provinsinya dijadikan pilot project program ini. Ia menilai apa yang sudah ada di daerahnya, akan lebih baik lagi dengan adanya program dari DFB Jerman ini.

"Karena program yang di bawa DFB ada nilai-nilai sportivitas, solidaritas, sosial, dan budaya. Ini yang akan ditanamkan kepada pelatih dan juga instruktur. Jadi nanti akan ada program lisensi D Plus, menambahkan," kata Supyan Lestaluhu.

Baca juga:

Menangi Derby Jatim, Ini Kata Pelatih Persebaya

Sumber: Google News | Berita 24 Maluku

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »