www.AlvinAdam.com

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Polisi Diminta Transparan Tangani Kasus Kekerasan terhadap ...

Posted by On 23.31

Polisi Diminta Transparan Tangani Kasus Kekerasan terhadap ...

Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Ambon, Abdul Karim Angkotasan, bersama wartawan Rakyat Maluku, Sam Hatuina, saat melaporkan tindakan intimidasi dan kekerasan yang dilakukan calon gubernur Said Assagaff ke Polda Maluku, Kamis (29/3/2018) malam.Kompas.com/Rahmat Rahman Patty Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Ambon, Abdul Karim Angkotasan, bersama wartawan Rakyat Maluku, Sam Hatuina, saat melaporkan tindakan intimidasi dan kekerasan yang dilakukan calon gubernur Said Assagaff ke Polda Maluku, Kamis (29/3/2018) malam.

AMBON, KOMPAS.com - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Ambon dan Ikatan Jurnali s Televisi Indonesia (IJTI) Pengda Maluku meminta, kasus kekerasan berupa intimidasi serta pemukulan terhadap dua jurnalis di Kota Ambon yang kini tengah ditangani Polda Maluku, dapat berlangsung transparan dan independen.

Sekretaris AJI Ambon, Nurdin Tubaka mengatakan, polisi harus dapat menangani kasus tersebut secara transparan karena melibatkan salah satu calon gubernur Maluku dan sejumlah pejabat daerah. Sebab, peristiwa tersebut merupakan preseden buruk bagi kebebasan pers di Maluku.

“AJI Kota Ambon meminta Polda Maluku agar proses hukum atas insiden kekerasan di Warung Kopi Lela tiga hari lalu dapat ditangani secara serius dan transparan. Ini demi menjaga kredibilitas aparat penegak hukum di mata publik, sekaligus melindungi marwah hukum sebagai panglima tertinggi di negara ini,” kata Tubaka, Minggu (1/4/2018).

Dia menyebut, aksi intimidasi yang dilakukan calon gubernur Said Assagaff dan sejumlah tim suksesnya merupakan sikap arogan dan tindakan pre manisme yang telah melanggar Kebebasan Pers sebagaimanan ketentuan Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999.

“Untuk itu, sekali lagi kami meminta pihak kepolisian harus benar-benar serius untuk menegakkan supremasi hukum atas tindakan pembungkaman terhadap kerja-kerja jurnalis,” tegasnya.

Baca juga : Said Assagaff Sebut Penganiayaan terhadap Wartawan By Accident

Sementara itu, Ketua Divisi Advokasi dan Humas IJTI Pengda Maluku, Muhammad Jaya Barends menyatakan, pihak kepolisian agar dapat menunjukkan komitmennya dalam penanganan kasus tersebut.

Menurutnya, dalam melaksanakan profesinya, wartawan mendapat perlindungan hukum yang secara eksplisit diatur dalam Pasal 8 Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Kebebasan Pers.

“Insiden intimidasi disertai kekerasan yang dilakukan calon kepala daerah Maluku bersama tim suksesnya itu juga melanggar Pasal 18 ayat 1,” ujarnya.

Jaya menambahkan, tindakan kekerasan terhada p Ketua AJI Ambon Abdul Karim Angkotasan dan wartawan Rakyat Maluku, Sam Hatuina, telah mencedarai semangat kebebasan pers dan membunuh konsolidasi demokrasi.

Di tempat terpisah, Juru Bicara Serikat Kerja Lawan Intimidasi (SK LELA), Bachtiar Heluth juga menegaskan, tindakan kekerasan berupa apapun yang dilakukan terhadap jurnalis harus ditindak sesuai hukum yang berlaku.

“Ini permasalahan khusus dan lebih spesifik, sehingga kasus kekerasan juga harus dibijaki dengan UU Nomor 40 Tahun 2019 tentang Pers. Kami sangat mengapresiasi pihak kepolisian yang serius menangani kasus tindak kekerasan jurnalis ini,” ujarnya.

Baca juga : Sejumlah Wartawan di Ambon Mengaku Diintimidasi Cagub Petahana Maluku

Dia menegaskan bahwa kasus yang telah dilaporkan ke polisi itu tidak ada sangkut pautnya dengan kepentingan politik Pilkada Maluku. Sebab kasus yang terjadi itu murni merupakan upaya membumkam kebebasan pers di Maluku.

â €œKami tegaskan bahwa kasus ini murni kekerasan terhadap jurnalis. Kami tidak ingin ada spekulasi liar. Prinsipnya, perjuangan ini jauh dari kepentingan politik pihak manapun,” tegas Bachtiar.

Para korban saat ini telah menyerahkan kasus tersebut ke kuasa hukumnya. Selain itu, ada lima pengacara yang telah disiapkan AJI Indonesia dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers, untuk menangani perkara tersebut.

Kompas TV Seusai membunyikan tombol sirine, Presiden Jokowi kemudian menandatangani peresmian beroperasinya Klinik Apung Said Tuhuleley. Peresmian dilakukan Presiden seusai membuka Sidang Tanwir Muhammadiyah di Gedung Islamic Centre Ambon. Klinik Apung Said Tuhuleley merupakan fasilitas kesehatan yang dibangun dengan basis kapal. Klinik apung ini diharapkan akan memenuhi kebutuhan layanan kesehatan masyarakat yang ada di pulau-pulau di wilayah Maluku. Saat peresmian, Presiden Jokowi didampingi Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir, Menteri Agama Lukman Haki m Saifuddin, dan Gubernur Maluku Said Assagaff.

Berita Terkait

Sejumlah Wartawan di Ambon Mengaku Diintimidasi Cagub Petahana Maluku

Said Assagaff Sebut Penganiayaan terhadap Wartawan "By Accident"

Terkini Lainnya

Polisi Diminta Transparan Tangani Kasus Kekerasan terhadap Jurnalis di Ambon

Polisi Diminta Transparan Tangani Kasus Kekerasan terhadap Jurnalis di Ambon

R egional 01/04/2018, 13:25 WIB Gatot Nurmantyo : Mulai Hari Ini, Saya Punya Hak Memilih dan Dipilih

Gatot Nurmantyo : Mulai Hari Ini, Saya Punya Hak Memilih dan Dipilih

Nasional 01/04/2018, 13:15 WIB Rusia: AS dan Inggris Berupaya Hentikan Perhelatan Piala Dunia

Rusia: AS dan Inggris Berupaya Hentikan Perhelatan Piala Dunia

Internasional 01/04/2018, 13:13 WIB Anggota Komisi IX DPR Sesalkan Pernyataan Menkes soal Cacing di Makarel

Anggota Komisi IX DPR Sesalkan Pernyataan Menkes soal Cacing di Makarel

Regional 01 /04/2018, 13:10 WIB Said Assagaff Sebut Penganiayaan terhadap Wartawan 'By Accident'

Said Assagaff Sebut Penganiayaan terhadap Wartawan "By Accident"

Regional 01/04/2018, 12:42 WIB Anggota Komisi I DPR Kecam Aksi Kekerasan Israel terhadap Warga Palestina

Anggota Komisi I DPR Kecam Aksi Kekerasan Israel terhadap Warga Palestina

Nasional 01/04/2018, 12:39 WIB Meski Berat, Pasangan Ini Tetap Gelar 'Ngunduh Mantu' di Lokasi Kebakaran Taman Kota

Meski Berat, Pasangan Ini Tetap Gelar "Ngund uh Mantu" di Lokasi Kebakaran Taman Kota

Megapolitan 01/04/2018, 12:33 WIB Pasca-temuan Cacing, Pabrik Stop Produksi Sarden Ikan Makarel

Pasca-temuan Cacing, Pabrik Stop Produksi Sarden Ikan Makarel

Regional 01/04/2018, 12:29 WIB Keuskupan Agung Jakarta: Katolik Tidak Mungkin Merayakan Paskah di Monas

Keuskupan Agung Jakarta: Katolik Tidak Mungkin Merayakan Paskah di Monas

Nasional 01/04/2018, 12:28 WIB Gadis Cantik Ini Hobi Bermain Ulat Bulu, Bahkan Ditaruh di Wajahnya

Gadis Cantik Ini Hobi Bermain Ulat Bulu, B ahkan Ditaruh di Wajahnya

Regional 01/04/2018, 12:11 WIB Malam Paskah, Paus Fransiskus Baptis Pengemis yang Jadi Pahlawan

Malam Paskah, Paus Fransiskus Baptis Pengemis yang Jadi Pahlawan

Internasional 01/04/2018, 12:05 WIB Pakai Kaus Lengan Panjang Merah, Presiden Jokowi Sapa Warga di CFD Solo

Pakai Kaus Lengan Panjang Merah, Presiden Jokowi Sapa Warga di CFD Solo

Regional 01/04/2018, 12:03 WIB Sandiaga Minta Swasta Bangun Infrastruktur

Sandiaga Minta Swasta Bangun Infrastruktur

Megapolitan 01/04/2 018, 11:54 WIB Sandiaga: Setelah 'Underpass' Mampang Beroperasi, Bakal Ada Kemacetan Baru

Sandiaga: Setelah "Underpass" Mampang Beroperasi, Bakal Ada Kemacetan Baru

Megapolitan 01/04/2018, 11:42 WIB Merawat Ranupani Lereng Gunung Semeru dari Kepunahan

Merawat Ranupani Lereng Gunung Semeru dari Kepunahan

Regional 01/04/2018, 11:35 WIB Load MoreSumber: Google News | Berita 24 Maluku

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »