www.AlvinAdam.com

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Cerita Senpi tak Pernah Berakhir

Posted by On 22.40

Cerita Senpi tak Pernah Berakhir

Cerita Senpi tak Pernah Berakhir

BERITA penyitaan senjata api (senpi) oleh pihak keamanan sepertinya tak pernah berakhir di Aceh

Cerita Senpi tak Pernah BerakhirKapolres Lhokseumawe, AKBP Ari Listwa Irawan, Wakapolres Kompol Imam, dan Kasat Reskrim, AKP Budi Nasuha, meggelar pengungkapan kasus penangkapan kepemilikan senpi yang digunakan pelaku curas di Mapolres setempat, Minggu (25/3/2018). SERAMBI/ZAKI MUBARAK

BERITA penyitaan senjata api (senpi) oleh pihak keamanan sepertinya tak pernah berakhir di Aceh. Setelah sempat ‘diam’ selama beberapa bulan, kini mencuat lagi informasi tentang ditemukannya dua pucuk senpi di kawasan Nisam, Aceh Utara. Seorang tersangka berh asil ditangkap sedangkan seorang lainnya buron.

Menjelang akhir 2017 lalu, Korem 011 Lilawangsa berhasil mengumpulkan senpi dalam operasi teritorial (opster) TNI 2017 di Aceh Utara. Senjata dari sisa-sisa konflik itu diserahkan warga kepada TNI.

Waktu itu, Brigadir Jenderal TNI Rahmat Pribadi yang mewakili Pangdam IM pada penutupan Opster TNI 2017 di wilayah Korem 011 Lilawangsa mengatakan, keberhasilan pengumpulan senjata api ilegal dari warga tersebut tidak terlepas dari pelaksanaan opster yang dilakukan melalui pendekatan kepada masyarakat.

Senjata yang berhasil dikumpulkan waktu itu yaitu jenis laras panjang berupa satu pucuk AK-47 lengkap magazen dan 20 amunisi, satu pucuk AK-56 lengkap magazen serta 15 butir amunisi, satu pucuk M16-A1 lengkap magazen serta 254 amunisi. Ada juga laras pendek antara lain, pistol Colt beserta dua amunisi serta pistol Browning plus 14 amunisi serta granat dan berbagai jenis amunisi campuran.

Selain TNI, pada akhir 2017 lalu Polres Lhokseumawe juga menyita lima senpi berbagai jenis. Sebagian senjata itu hasil kejahatan, sebagian lagi hasil temuan polisi.

Bukan hanya di wilayah Polres Lhokseumawe, pada 2017 Polres Aceh Timur juga menyita sembilan senpi yang terdiri dua pucuk AK, dua M-16, dua pistol revolver, dua pistol FN, dan satu senjata rakitan. Juga disita 450 butir amunisi, 13 magazin dan satu granat.

Di wilayah Polres Aceh Utara, yang pernah ditemukan bukan hanya senpi tetapi tempat perakitan senpi di Desa Meunasah Geudong, Kecamatan Baktiya, Aceh Utara.

Meski sudah banyak senjata api yang diserahkan secara sukarela oleh masyarakat atau yang disita langsung oleh aparat berwajib dari orang-orang yang tak berhak di berbagai wilayah Aceh, namun hingga kini masih ada saja senjata ilegal yang ditemukan. Berita tentang senpi sepertinya tak pernah berakhir di Aceh. “Aparat TNI/Polri tampaknya harus bekerja lebih keras untuk memastikan tak ada lagi senjata api di tangan masyara kat yang tidak berhak. Kita juga berharap masyarakat membantu pihak keamanan untuk tugas ini,” kata seorang warga Kota Lhokseumawe menanggapi berita temuan dua pucuk senpi di kawasan Nisam, tiga hari lalu.

Seperti banyak diberitakan, peredaran dan penyelundupan senjata ilegal di Indonesia mulai marak ketika terjadinya konflik di beberapa daerah seperti Maluku, Aceh, Poso, dan Papua.

Pada 2006, kelompok-kelompok pemberontak antarnegara terlibat penyelundupan senjata ke Indonesia. Seperti kelompok Abu Sayyaf, GAM, dan Moro Islamic Liberation Front (MILF). Mereka menyelundupkan dan memasok senjata ke Aceh, Sulawesi, Maluku hingga Papua. Beberapa kalangan meyakini penyelundupan senjata api ditengarai masih berlangsung hingga kini, meski bukan lagi dilakukan oleh ‘pemain’ lama. Jika dugaan itu benar, berarti kisah tentang senjata api ilegal memang tak kunjung berakhir.(nas)

  • < li>
Editor: bakri Sumber: Serambi Indonesia Ikuti kami di Sumber: Google News | Berita 24 Maluku

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »