www.AlvinAdam.com

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

P2I Garap Sulsel, Mahlani: Santrinya 4 Juta Lebih di Indonesia

Posted by On 16.54

P2I Garap Sulsel, Mahlani: Santrinya 4 Juta Lebih di Indonesia

P2I Garap Sulsel, Mahlani: Santrinya 4 Juta Lebih di Indonesia

Organisasi ini mewadahi para praktisi dunia pendidikan pesantren di seluruh Indonesia.

P2I Garap Sulsel, Mahlani: Santrinya 4 Juta Lebih di IndonesiaTRIBUN TIMUR/ABDUL AZISPimpinan Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Sulsel, Gombara, Kota Makassar Mahlani S

Laporan Wartawan Tribun Timur Abdul Azis Alimuddin

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Satu lagi organisasi Islam lahir di Indonesia. Namanya, Perhimpunan Pengasuh Pesantren Indonesia atau P21.

Di pusat, organisasi massa Islam itu di nahkodai Pimpinan Pondok Pesantren Modern Al-Ikhlash, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Muhammad Tata Taufi k.

Organisasi ini mewadahi para praktisi dunia pendidikan pesantren di seluruh Indonesia. Organisasi tersebut bersifat nonpartisan, berazaskan Islam, berdasarkan Pancasila dan UUD RI 45.

Khusus untuk wilayah Indonesia Timur, P2I dikoordinatori oleh Pimpinan Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Sulsel, Gombara, Kota Makassar Mahlani S.

"Organisasi baru dibentuk. Diresmikan oleh Menteri Agama Ri, Lukman Hakim Saifuddin," ungkap Mahlani didampingi Wakil Ketua Lembaga Pengembangan Pesantren Muhammadiyah Sulsel Husni Yunus dan Muh Ibrahim (wakil sekretaris) saat silaturahim ke Kantor Tribun Timur, Jl Cendrawasih, Nomor 43 Makassar, Selasa (16/1/2018).

Kedatangannya, untuk menyampaikan hal pembentukan Perhimpunan Pengasuh Pesantren Indonesi Wilayah Sulsel.

"Jadi kita mau bentuk di Sulsel. Kalau di pusat itu DPP, provinsi DPW. 28 ribu lebih pengasuh dan 4 juta lebih santri diseluruh Indonesia," ungkap Mahlani.

Lalu apa tuju an dibentuknya organisasi massa Islam ini? Mahlani, menyatakan, P2I dibentuk atas respon isu terkini di pondok pesantren. Dimana, lanjutnya, pesantren berjalan sendiri-sendiri.

"Jadi ini wadah untuk menghimping seluruh pengasuh. Terkait model-model pondok pesantren. Katakanlah ada pesantren yang mengadopsi nasional, ada sistem model modernisasi murni, ada juga secara menyeluruh, tapi tetap mempertahankan tradisi kitab kuning. Nah ini yang butuh wadah untuk kita naungi," tegasnya.

Selain itu, Mahlani menambahkan juga terkait kadernisasi pesantren, kemandirian ekonomi pondok pesantren serta terkait tuduhan pesantren identrik lahirnya para teroris dan radikal.

"Jadi ini wadah advokasi jika ada pondok pesantren dituduh macam-macam. Masih banyak lain lagi. Inilah kemarin bapak (Lukman Hakim) meresmikannya. Jadi setelah dibuat di wilayah (provinsi), wilayah kemudian membentuk lagi di daerah-daerah lagi. Saat ini kita koordinir Sulawesi, Maluku dan Irian . Indonesia Timur lah," tegas Mahlani.

Mahlani menambahkan, agenda prioritas adalah membentuk pengurus wilayah. Namun sebelum dibentuk, katanya, ia bersama pengurus P2I akan sowan ke Pangdam XIV Hasanuddin dan Polda Sulsel serta instansi terkait. Tujuannya, untuk menyampaikan kehadiran P2I di Sulsel.

"Tentu kita akan sowan. Kita juga akan ke pesantren-pesantren di Sulsel. Kita akan rekrut anak muda. Orangtua kita akan jadikan penasehat, kemarin kita sudah Rapat koordinasi nasional (Rakornas) dan pembentukan pengurus pusat. Hasilnya diputuskan Pak Muhammad Tata Taufik sebagai ketua umum," tambahnya.(*)

Penulis: Abdul Azis Editor: Suryana Anas Ikuti kami di Aksi Berani Pria Gondrong Kembalikan Sampah yang Dibuang Sembarangan oleh Penumpang Mobil Polisi Sumber: Google News | Berita 24 Maluku

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »