www.AlvinAdam.com

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Anggapan pendidikan tidak penting penyebab kemiskinan masih ...

Posted by On 08.42

Anggapan pendidikan tidak penting penyebab kemiskinan masih ...

Merdeka > Uang Anggapan pendidikan tidak penting penyebab kemiskinan masih tinggi di Indonesia Sabtu, 6 Januari 2018 17:00 Reporter : Desi Aditia Ningrum Ilustrasi kemiskinan. ©2013 Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penduduk miskin di Indonesia mencapai 26,58 juta orang atau 10,12 persen pada September 2017. Tingkat kemiskinan menurut pulau di Indonesia masih terpusat di Indonesia bagian Timur, yakni Maluku dan Papua dengan persentase 21,23 persen.

Ekonom Universitas Indonesia (UI) Lana Soelistianingsih mengatakan, salah satu penyebab tingginya kemiskinan ialah faktor struktural atau masyarakat yang tidak ingin berkembang mengubah nasib melalui pendidikan. Sebagian masyarakat masih menilai bahwa pendidikan itu bukan bagian terpenting untuk mengurangi kemiskinan.

"Problemnya itu struktural bukan cuma diberi bantuan terus selesai. Tapi problemnya kemiskinan yang berlarut-larut. Istilahnya, kemiskinan itu turun temurun. Itu lah yang struktural, kenapa? mereka tidak yakin anak berpendidikan itu dapat mengentaskan kemiskinan," katanya saat dihubungi merdeka.com di Jakarta, Sabtu (6/1).

Lana menceritakan, dirinya pernah menanyakan seorang penjual nasi goreng mengapa anaknya tidak disekolahkan, jawabannya pun cukup mengejutkan. "Saya punya contoh a da tukang nasi goreng di depan kantor saya, anaknya kelas 5 SD sudah diajak jualan nasi goreng, saya tanya apa tidak sekolah? Jawabnya, nanti juga jadi tukang nasi goreng lagi," paparnya.

Lana melanjutkan, selama ini pemerintah telah banyak melakukan pengentasan kemiskinan dengan mengeluarkan berbagai macam program. Akan tetapi, program pemerintah juga tidak mungkin cepat menuntaskan kemiskinan di Indonesia karena dana yang tersedia terbatas.

"Kalau program pemerintah memang betul, tapi tidak mungkin dananya mengangkat semua orang miskin yang jumlahnya 20 sampai 28 juta itu keluar dari kemiskinan dengan uang pemerintah. Karena uang pemerintah itu terbatas," jelasnya.

Saat ini lanjutnya, pemerintah telah memberi kesempatan melalui program sekolah gratis sampai SMA sebagai bagian dari upaya untuk mengurangi kemiskinan. Oleh karena itu, dia meminta masyarakat mulai berpikir bahwa pendidikan merupakan sarana untuk bisa keluar dari masalah kemiskina n.

[idr]

Baca Juga:
Kisah kemiskinan ibu yang terpaksa tinggal anak baru dilahirkan di RSIbu tega tinggal bayi yang baru dilahirkan di RSKasus persalinan ibu di Depok bikin heboh, rumah sakit disebut menahan bayi2017, jumlah penduduk miskin di Jateng turun 253.230 orangRumah roboh diterpa badai, satu keluarga di Sumbar tak punya uang untuk perbaikiMensos sebut data BPS jadi bukti program pengentasan kemiskinan efektifKemiskinan di Maluku dan Papua masih tinggi, ini kata Sri Mulyani
Topik berita Terkait:
  1. Kemiskinan
  2. Ekonomi Indonesia
  3. BPS
  4. Pendidikan Indonesia
  5. Jakarta
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Rekomendasi

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.


Sumber: Google News | Berita 24 Maluku

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »