GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Konser Fis Duo, Tentang Pulang dan Merawat Cinta Pada Maluku

Konser Fis Duo, Tentang Pulang dan Merawat Cinta Pada Maluku

Ambon,-Mencintai Maluku adalah mencintai segala yang ada, alam termasuk laut juga manusia. Tutur Zul Karepesina, musisi asal Ambon usai membuka malam dengan penampilanny…

Konser Fis Duo, Tentang Pulang dan Merawat Cinta Pada Maluku

Ambon,-Mencintai Maluku adalah mencintai segala yang ada, alam termasuk laut juga manusia. Tutur Zul Karepesina, musisi asal Ambon usai membuka malam dengan penampilannya. Zul didapuk membawakan dua buah lagu, hijau biru dan eta puti mololokon dari tanah asalanya, Pulau Haruku, kabupaten Maluku Tengah sebagai pembuka mini konser kepulangan grup musik asal Ambon, Fis Duo, pada Rabu (29/)lalu. Fis Duo beranggotakan lima orang muda-mudi, mereka adalah, Ferdy Soukotta (gitar dan vokal, Chrisema Latuheru (biola dan vokal), Rico Matahelumual (gitar hawaiian), Zifyon Pattinama (tifa) serta Yehenka Latuheru (bass).Mini konser bertajuk pulang dari grup bergenre pop kultur itu membawa suasana malam kian akrab, Fis Duo meng hipnotis penonton dengan penampilan mereka. Sontak penonton pun ikut terbawa suasana ketika Ferdy berucap “kami akhirnya pulang, membawa rindu kami” ucanya.Ada rasa haru sekaligus gembira terpancar dari raut muka mereka saat tampil di panggung, dua pentolan vokalis Fis Duo menitikan air mata saat menyayikan lima buah lagu dengan berbeda, tabuhan tifa serta petikan gitar hawaiian, alat musik tradisional Maluku menyatukan musik tradisional dan modern dalam satu harmoni bunyi.“Saya merinding dari pertama hingga akhir, meski saya tidak sepenuhnya berdarah Maluku, lagu-lagu mereka sangat kuat,” tutur Yulius Wibowo, salah seorang penonton.Toma jadi lagu pertama yang dinyanyikan, banyak bahasa tana atau bahasa asli Maluku pada lirik-liriknya. Disusul Rindu dan Rumah ciptaan seniman Morika Tetelepta, dua dari lima buah lagu jagoan dalam mini album Doa dan Nyali yang mereka kerjakan Oktober tahun lalu, disusul Hikayat Nelayan karya sahabat mereka Ari yang dikenal dengan nama panggung Sombanusa. Lirik demi lirik bermakna kerinduan, juga cinta pada rumah yang mereka sebut Maluku. Kelima anak muda ini, memang bergerilya dari panggung ke panggung di Jogjakarta. Selain bermusik, mereka memang merantau ke kota berjuluk istimewa itu untuk melanjutkan studi. Selain lagu Rindu dan Rumah, ada lagu Merawat Dendam yang menceritakan seorang perantau meninggalkan tempat kelahirannya, dengan luka dan cinta yang ia simpan. Luka tentang sekelumit persoalan, cinta ihwal negerinya.“Kembalilah ketika nyalimu telah menjadi bara api, yang tak pernah padam” tulis Ferdi pada lirik merawat dendam. “lagu ini saya ciptakan untuk kawan saya Idra, dia bersama kami tetap merawat rindu dan keresahan yang sama dengan persoalan di negeri kami,” cerita Ferdy.Penampilan Fis Duo sesat dijeda oleh host Andre Fakaubun yang meminta cerita dibalik perjalanan Fis Duo dalam berkarir. Sebelum akhirnya tampil dengan komposisi band, Fis Duo hanya diisi dua orang, Chrisema dan Ferdy. Chrisema juga bercerita perihal salah satu lagu andalan mereka, Mencintaimu Dari Jauh dari buku antologi puisi Tempat Paling Liar Di Muka Bumi milik Theoresia Rumthe dan Wessly Johanes."Terimakasih untuk kakak Theo dan kakak Wessly sebab lagu ini pertama kali kami tampil dalam musikalisasi muisi, dari kami tidak ada sampai ada, ” cerita Chrisema berkaca-kaca.Lagu Hikayat Dayung dan Arumbai dibawakan dengan megah, jadi lagu terakhi dari penampilan Fis Duo. Harmoni vokal, permainan alat musik masing-masing personil semakin klimaks. ”Sebab aku hanya perlu mencintaimu maka semua akan baik-baik saja,” tutup Fis Duo dengan memukau diikuti gemuruh riuh siul dan tepuk tangan penonton mengakhiri malam mini konser pulang. (Ambonnesia)Sumber: Berita Maluku

Tidak ada komentar