GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Empat pegiat Lingkungan Maluku Terima Penghargaan Hijau Kanal ...

Empat pegiat Lingkungan Maluku Terima Penghargaan Hijau Kanal ...

Ambon,-Empat lembaga pegiat lingkungan di Maluku mendapatkan penghargaan Kanal Hijau Rupidara II dari Perhimpunan Pemuda Sadar Wisata Pecinta Alam Kreativitas Anak…

Empat pegiat Lingkungan Maluku Terima Penghargaan Hijau Kanal ...

Ambon,-Empat lembaga pegiat lingkungan di Maluku mendapatkan penghargaan Kanal Hijau Rupidara II dari Perhimpunan Pemuda Sadar Wisata Pecinta Alam Kreativitas Anak-anak Alam (PPSWPA KANAL) Ambon, Habib Almaskati, menerima penghargaan Rupidara II kategori People Movement atas jasanya menjadi pelopor gerakan Save Aru Island yang menolak pembukaan perkebunan tebu skala besar di Kabupaten Kepulauan Aru. Sementara, Harian Kabar Timur menerima penghargaan kategori best News of Media atas jasanya mengangkat isu kerusakan lingkungan di Pulau Buru akibat pertambangan emas ilegal.Kategori Organizing Comite, diberikan kepada komunitas Green Mollucas. Komunitas yang bergerak di bidang lingkungan hidup sejak 2011 itu d idapuk berkat kepeduliannya terhadap masalah sampah laut di Maluku. Penghargaan Rupidara II juga diberikan kepada almarhum Yanes Balubun. Mantan Ketua Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (Aman) Maluku yang memiliki jasa. Salah satunya adalah, advokasi terhadap konflik sengketa lahan antara masyarakat adat Nualu dan PT Bintang Lima Makmur di Desa Sepa, Kabupaten Maluku Tengah hingga membuatnya dirinya harus meregang nyawa.Ketua Umum PPSWPA KANNAL Maluku, M. Aziz Tunny mengatakan, pemberian penghargaan tersebut adalah bentuk apresiasi kerja pegiat lingkungan di Maluku. "Melalui penghargaan ini, kami ingin mengapresiasi teman-teman pegiat lingkungan baik perseorangan maupun organisasi untuk menjaga alam tetap lestari," kata M. Aziz Tunny. Menurutnya, isu lingkungan hidup bukan lagi menjadi isu lokal saja. Namun kelestarian alam dan lingkungan sudah menjadi isu internasional. Sejumlah negara bahkan telah menyepakati kesepakatan Millennium Development Goals (MDGs)."Ada 17 po in disitu. Dan ada beberapa kesepakatan yang berbicara tentang masalah lingkungan. Jadi ini bukan lagi isu lokal atau nasional saja," ungkapnya. Penghargaan Rupidara diambil dari nama penerima penghargaan angkatan pertama lingkungan hidup di Indonesia, Rudolf Rupidara yang berasal dari pulau Kisar, Kabupaten Maluku Barat Daya. (Yusuf)
Sumber: Berita Maluku

Tidak ada komentar