Mengayuh 700 Km untuk Maluku Cerdas

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Mengayuh 700 Km untuk Maluku Cerdas

Berita 24 Indonesia
Senin, 23 Juli 2018
Mengayuh 700 Km untuk Maluku Cerdas

Citizen Reporter

Mengayuh 700 Km untuk Maluku Cerdas

Stanley berinisiatif nengumpulkan dana dengan bersepeda kira-kira 700 km dari Groningen, Belanda ke Paris, Prancis. Itu untuk pendidikan di Maluku.

Mengayuh 700 Km untuk Maluku Cerdasist

Kepulauan Maluku seperti kepingan surga yang menjadi bagian dari keindahan dan kekayaan Indonesia. Itu ternyata tidak seindah perjalanan sejarahnya dari masa kolonial hingga konflik kemanusiaan yang terjadi pada 1999.

Konflik-konflik juga meninggalkan efek di bidang pendidikan. Pendidikan di Maluku terbengkalai. Itu membuat hati seorang pemuda terketuk hatinya untuk memajukan kembali pendidikan di Maluku yang sempat tertinggal dibandingkan dengan saudara-sa udaranya di provinsi lain.

Stanley Ferdinandus berinsiatif mendirikan Heka Leka, yayasan yang bergerak di bidang pendidikan. Itu sebuah gerakan yang awalnya adalah gerakan 2 jam untuk Maluku. Mereka belajar dari rumah ke rumah penduduk. Gerakan itu dinamakan Maluku Cerdas dan berlangsung selama tujuh tahun.

Heka Leka saat ini memiliki pengajar sukarelawan. Mereka mengumpulkan buku dari para donatur. Saat ini mereka sedang membangun pusat Baileo. Itu rumah adat yang berfungsi sebagai Co Learning Space yang berada di Ambon.

Tujuan mendirikan Baileo adalah agar anak-anak Maluku memiliki ruang belajar dan berbagi bersama untuk memikirkan atau memberikan ide program memajukan pendidikan di Maluku.

Untuk pembangunan Baileo, dibuatlah aksi pengumpulan dana berupa crowdfunding.

Stanley berinisiatif nengumpulkan dana dengan bersepeda kira-kira 700 km dari Groningen, Belanda ke Paris, Prancis (18-24 Juni 2018). Sebelum aksi bersepeda, Stanley sudah mendaki G unung Banaiya di Pulau Seram, Maluku.

Aksi itu mendapat sambutan hangat dari warga negara Indonesia di Paris. Dengan rasa persaudaraan dan kepedulian akan pendidikan di Maluku, mereka mengumpulkan dana dari penjualan barang atau donasi uang.

Hotmangaradja Pandjaitan, Duta Besar RI untuk Prancis menyambut di dekat salah satu monumen historik Arc de Triomphe. Kedatangannya di kaki menara Eiffel juga disambut warga Indonesia di Paris.

”Salam Heka Leka. Salam Maluku Cerdas...!” pekik mereka.

Lelah setelah mengayuh sepeda sejauh 700 km masih berlanjut dengan menaiki puncak menara Eiffel dengan meniti tangga sebanyak 700 anak tangga. Aksi itu berakhir dengan santap malam di restoran Indonesia bersama duta besar.

Semoga dengan aksi itu, semakin banyak orang yang terketuk hatinya untuk menjadi donatur dan pembangunan Baileo segera direalisasikan. Anak-anak di Maluku bisa mengecap pendidikan layaknya saudara-saudaranya dari wilayah lain di Indonesia.

Helene Koloway
Ibu Rumah Tangga, Penulis yang bermukim di Paris
https://helenekoloway.com

Editor: Endah Imawati Ikuti kami di Ular Piton Raksasa Sepanjang 7 Meter Ditangkap Warga Puuwanggudu Sulawesi Tenggara Sumber: Berita Maluku