www.AlvinAdam.com


Berita 24 Maluku

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Bos Bappenas beberkan alasan tingginya angka kemiskinan di ...

Posted by On 06.00

Bos Bappenas beberkan alasan tingginya angka kemiskinan di ...

Merdeka > Uang Bos Bappenas beberkan alasan tingginya angka kemiskinan di Papua dan Maluku Selasa, 9 Januari 2018 21:23 Reporter : Anggun P. Situmorang Kemiskinan kota meleset. ©2013 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro mengakui, tingkat kemiskinan di wilayah timur Indonesia seperti Papua dan Maluku masih cukup tinggi apabila dibandingkan wilayah lain. Akses yang cukup sulit menuju wilayah tersebut menjadi penyebab kemiskinan belum juga turun.

"Kalau daerah timur tidak bisa turun sekejap gitu saja, selama aksesnya tidak diperbaiki. Mereka gimana mau dibantu, sampai ke mereka saja susah," ujar Menteri Bambang di Gedung Bappenas, Jakarta, Selasa (9/1).

Mantan Menteri Keuangan tersebut mengatakan, untuk menjangkau masyarakat di wilayah Maluku dan Papua maka satu satunya cara adalah dengan mempercepat pembangunan infrastruktur. Selain itu, penyaluran bantuan sosial (bansos) juga harus dipastikan tepat sasaran.

"Dari dulu angkanya begitu. Penyebabnya karena akses. Yang bisa kurangi kemiskinan secara besar dan jumlah besar adalah bansos yang tepat sasaran. Ke depan mau enggak mau infrastruktur harus. Kalimantan secara akses masih lebih baik," jelasnya.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) menca tat jumlah penduduk miskin di Indonesia mencapai 26,58 juta orang atau 10,12 persen pada September 2017. Tingkat kemiskinan menurut pulau di Indonesia masih terpusat di Indonesia bagian Timur, yakni Maluku dan Papua dengan persentase 21,23 persen.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, pemerintah selama tiga tahun terakhir fokus menurunkan tingkat kemiskinan di seluruh daerah di Indonesia. Namun demikian, untuk Maluku dan Papua memang belum menurun signifikan. Sebab, daerah tersebut telah tertinggal cukup lama.

"Bapak Presiden sudah bertekat kita membangun daerah dari yang terpencil supaya pemerataan pembangunan ekonomi bisa dijalankan. Namun memang daerah daerah tersebut, Maluku dan Papua ini ketertinggalannya cukup lama," ujarnya di Kemenkeu, Jakarta, Selasa (2/1).

"Jadi kalau tiga tahun ini Pak Presiden fokus memperbaiki, tentu tidak bisa atau belum bisa menutup seluruh ketertinggalan yang sudah cukup lama ini," tambahnya.

Man tan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut mengatakan, untuk mengejar ketertinggalan di daerah tersebut pemerintah terus berupaya mempercepat pembangunan infrastruktur agar dapat setara dengan daerah lain. Beberapa infrastruktur yang terus dibangun antara lain jalan dan pelabuhan.

"Kita berharap bahwa momentum yang saya sampaikan tadi seluruh pembangunan dan belanja modal, membangun infrastruktur di daerah pinggiran baik itu listrik, jalan raya kemudian untuk pelabuhan bisa membuat perekonomian lebih berkembang dan kemiskinan juga bisa berkurang," tandasnya. [idr]

Baca Juga:
Menteri Bambang sebut tak mudah turunkan tingkat kemiskinan di bawah 10 persenKenaikan upah buruh tani hingga inflasi jadi faktor penurunan kemiskinan RIAnggapan pendidikan tidak penting penyebab kemiskinan masih tinggi di IndonesiaKisah kemiskinan ibu yang terpaksa tinggal anak baru dilahirkan di RSIbu tega tinggal bayi yang baru dilahirk an di RS
Topik berita Terkait:
  1. Kemiskinan
  2. Bappenas
  3. Ekonomi Indonesia
  4. Jakarta
  5. Bambang Brodjonegoro
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Rekomendasi

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.


Sumber: Google News | Berita 24 Maluku

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »